Madinah yang penuh kedamaian

Rasa-rasanya hari ini dan setahun yang lalu hampir cepat sekali berlalu. Sore ini tepatnya ada perasaan luar biasa yang tetiba datang selesai shalat ashar. Perasaan rindu yang terpendam tentang suatu kota yang penuh cerita tentang keramahannya yang luar biasa. Kota ini pulalah yang selalu akan menjadi tempat yang paling istimewa yang pernah saya kunjungi selain Mekkah

Keramahan kota Madinah nggak ada matinya, lebih istimewa dari kota manapun di Indonesia

Pasar Jalanan di Madinah

Pasar Jalanan di Madinah

Dagangan yang dijual di Kota Madinah

Pasar Jalanan di Madinah

Keistimewaan di kota ini, salah satunya ketika berada di luar negeri tapi di tempat ini tetapi semua orang yang disini mengerti bahasa Indonesia. Saya bahkan merasa di rumah sendiri ketika hanya ingin beli sandal, para pedagang dengan santai menjawab 50.000 saja. Yang bikin kagum kefasihan mereka dalam berbahasa Indonesia patut diacungi jempol.

Saya bahkan kagum ketika mereka para pedagang disana juga mengamati pesta 5 tahunan bangsa Indonesia, apalagi kalau bukan pemilihan Presiden, dengan hafal bahkan mereka mengerti Pak Prabowo Subianto berserta apa hobinya, latar belakangnya. Tapi dibalik itu cara berbicara mereka yang terkesan santai dan friendly bagi saya merasa nyaman meskipun berada di luar negeri.

Salah satu latar belakang keramahan Madinah ini dimungkinkan karena Madinah merupakan kota pertama tempat hijrah Rasululloh SAW serta Madinah yang dulunya bernama Yastrib merupakan tempat para pedagang dari bangsa lain berlalu-lalang kemudian menetap disini.

Kota ini jauh dari hiruk pikuk dari kendaraan yang super padat serta nihil kemacetan

Di depan Masjid Nabawi

Di depan Masjid Nabawi

Senja di kota Madinah

Senja di kota Madinah

Di Madinah semua jalan sangat mulus sekali dengan ber-aspal. Rasa-rasanya di Indonesia masih sulit diwujudkan kalau birokrasi di negara ini masih ruwet. Salah satu istimewanya hampir semua jalanan lengang sekali dan jalan-nya pun lebar-lebar dengan 2 jalur untuk masing-masing arah.

Saya jumpai juga di Madinah ternyata kendaraannya jarang sekali, malah kebanyakan bus-bus yang memuat rombongan jamaah umrah. Ah kekaguman saya gak pernah berhenti, kalau kota lenggang seperti ini tentu hidup jadi lebih tenang, gak habis waktu di jalan dan mungkin dalam pemikiran pemerintah Arab Saudi, supaya warganya cepat-cepat sholat kalau jalanan bebas macet.

Kedamaian kota ini gak lengkap, kalau belum melaksanakan ibadah shalat maupun ibadah sunnah di Masjid Nabawi

 

Sudut Masjid Nabawi

Sudut Masjid Nabawi

Ah, kerinduan tentang kedamaian tentu gak lengkap dan disempurnakan oleh Masjid Nabawi, salah satu masjid utama umat Islam selain Masjid Al Haram dan Masjid Al Aqsa. Apapun ibadah di masjid rasa-rasanya tentram sekali dan tenang sekali beribadah disini. Setiap sudut rasanyaaa, gak bisa diucapkan dengan kata-kata. Malu dan jauh sekali perbandingan kadar keimanan mereka yang sungguh menetapkan hati mereka untuk Allah SWT.

Raudhah, tempat dimana waktu itu saya menangis pertama kali di Tanah Suci, gak henti-hentinya mengucapkan syukur alhamdulillah bisa sampai ke Tanah Suci. Ternyata Alloh SWT gak mengukur seberapa mampu secara finansial kita untuk mampu kesana, tetapi mengukur seberapa yakin dan keyakinan serta keinginan kita untuk bisa berangkat. Merekalah yang terpanggil yang akan berangkat, bukan merekalah yang mampu

Damainya bisa shalat di Raudhah

Damainya bisa shalat di Raudhah

2 tahun sebelum keberangkatan, saya menangis menatap sajadah saya bergambar Ka’bah sambil mengelus sajadah, kapan bisa berangkat ke Tanah Suci-Mu ya Allah. ternyata setahun sudah rencana itu dimuluskan oleh Allah SWT dengan cara yang nggak disangka-sangka. Dan sampai saat ini kerinduan itu muncul, menyapa seakan memanggil kapan bisa untuk kembali ke Tanah Suci.

Kan kupenuhi lagi panggilan-Mu ya Alloh

Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.

Advertisements

2 responses to “Madinah yang penuh kedamaian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s