[Resensi] Rene Suhardono : Finding Your Passion

Awalnya ketemu topik ini secara nggak sengaja.Waktu itu Youtube sedang menampilkan video-video TEDx pada halaman mukanya dan biasanya Youtube selalu merekomendasikan video yang berkorelasi dengan video yang pernah saya buka sebelumnya. Entah kenapa Youtube ini sengaja mengarahkan saya untuk melihat rak-rak belanja video terbaru mereka. Anyhow, saya kebetulan waktu itu dilihatkan video TEDx Jakarta dan waktu itu yang jadi pembukaan yang saya lihat adalah video Indonesia Mengajar milik Anies Baswedan.

Awesome! itulah kesan pertama saya ketika membuka videonya. Ada semacam perasaan bangga akan nasionalisme yang dulunya yang dididik sejak SD -kemudian luntur pada waktu dewasa- kembali digugah oleh Anies Baswedan. Ada semacam panggilan hati ketika melihat video ini dan tagline nya Mengajar adalah tugas setiap orang yang terdidik menurut saya itu tagline yang sangat-sangat menggugah kita semua yang terpelajar. Hei dude, kamu yang terpelajar dan terdidik, lihatlah sekitarmu. Bangsa ini memerlukan kalian para orang-orang terpelajar.

Saya lihat-lihat video yang lain dan ketemulah video ini Passion, Purpose and Values, dan dari judulnya ini yang membuat saya makin interest untuk menonton videonya. Gaya menyampaikannya yang humoris tentang pencarian dari Passion emang bener-bener beda dengan apa yang saya cari. Rene seolah-olah membisikkan, “hey, have you found your passion? or you just being trapped in boring routines?“. Have a look for a while šŸ™‚

Salah satu tagline yang saya sukai dari Rene adalah : YOUR JOB IS NOT YOUR CAREER.

Saya sepakat dengan Rene, bahwa Job hanyalah sebuah kendaraan / tool untuk mencapai karir. Job belongs to perusahaan yang dimana jelas ada deskripsi pekerjaan, target kinerja dan sebagainya sementara Karir belongs to mine and you it means job should never defines you. Job masih dimiliki perusahaan sedangkaan saat ini, tidak mungkin saya akan bertahan pada job yang sama selama bertahun-tahun. Ada gitu yang mau terus-terusan berada di tempat yang sama selama bertahun-tahun sampai pensiun ?

Sementara karir lebih didefinisikan pada diri sendiri, it means you are the boss of your own career. Why ? karena karir lebih mengarah pada passion, tujuan hidup, values dan happiness. Well beberapa orang ada yang mendefinisikan karir dengan pekerjaan (jobs), itu nggak salah. Beberapa orang bercita-cita untuk 10 tahun mendatang ingin menjadi Manager, 3 tahun berikutnya ingin menjadi GM means refleksi karir adalah jenang kepangkatan. Somehow, kalau dalam 10 tahun mendatang masih mendapati dirinya berupa Assistant Manager, bisa diartikan itu penurunan karir atau sebaliknya.

Dalam sebuah karir yang dikorelkasikan dengan jabatan, jabatan itu berlaku tentatif artinya tidak melekat pada Anda seumur hidup. Tidak mungkin anda akan berada pada posisi Manajer dalam waktu 10 tahun dan dalam hal ini jabatan juga dipengaruhi oleh konstituen / stakeholders keputusan. Seandainya dalam 3 tahun anda kemudian dirotasi menjadi pegawai yang tidak punya jabatan, are you happy?

Sementara karir yang dimaksud Rene adalah karir yang anda definisikan sendiri, karir yang dipengaruhi oleh Passion anda. Anda melakukannya karena you enjoy at the most when you are doing that. Ambil sampelnya, Barry Likumahuwa dengan bassistnya, Darwis Triadi dengan fotografinya, Steve Jobs dengan produk Apple-nya. They are doing great with their passion combining with the jobs, it means they are defining their jobs sehingga ketika anda mengerjakan sesuatu karena passion, saya yakin anda tidak akan merasa lelah mengerjakannya. do you got my points kan?

Any how, saya juga membeli buku Rene Suhardono. Buku ini seakan-akan menggugah keimanan saya, apasih yang sebenernya yang saya cari dalam dunia ini? Somehow tidak mudah memang menemukan passion itu. Beberapa orang menemukan passion sebenarnya dalam waktu 4-15 tahun. Waktu tersebut juga termasuk dalam meyakini bahwa “hei it’s my passion, my ambition of my life”.

Saya betul-betul menyarankan anda untuk membeli buku ini, before its too late for realize you are the OUSTANDING person. Seperti kata Bob Sadino, sebelum membaca buku ini, otak anda harus ditaruh di dengkul. Bukan untuk hal yang jelek, namun untuk meyakinkan anda bahwa membaca buku ini perlu benar-benar pemikiran yang fresh yang kosong, yang bisa mencerna dengan baik makna dalam setiap bukunya.

Buku Rene Suhardono

Buku Rene Suhardono

Happy reading everyone!

Advertisements

2 responses to “[Resensi] Rene Suhardono : Finding Your Passion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s