[Story] Hai Putih, Sahabat Kecil

Hai Putih,

Putih in action

Ketika aku menulis cerita ini,  entah yang ada pikiranku mungkin kamu sudah dikubur sama keluarga. Aku bahkan tak sempat bersalaman denganmu yang biasanya aku lakukan ketika aku kembali ke Semarang. Benar ya kata orang-orang, pada saat kehilangan seseorang/sesuatu, pada saat itulah perasaan kangen, menyesal selalu muncul belakangan dan sekarang, pada saat ini aku menyadari bahwa kehilangan tingkahmu yang adalah barang yang kurindukan.

Putih in action #2

4 tahun ternyata waktu yang lama juga ya. Silih berganti anggota keluarga ini keluar masuk dimulai dari Mas Caca yang keluar untuk pindahan ke Makassar, aku yang keluar untuk menunaikan tugas di Semarang dan bahkan sampai Mas Andit yang kembali lagi ke rumah, kamu masih disini tetap setia menemani Mama. Bahkan ketika Mbak Yeni menjadi anggota keluarga baru dan ketika Mas Athar lahir melengkapi keluarga, kehadiranmu tak pernah tergantikan. Kamu adalah pahlawan keluarga ketika perhatian keluarga lari ke Mas Athar, sedikitpun tak pernah menunjukkan rasa kecewa dan protes.

Hai Putih,

Putih masa kecil

Teringat masa kecilmu ketika kubeli pertama kali di Selekta, Mama adalah yang tidak setuju karena menganggap kamu terlalu kurus dan sepertinya ada penyakit tapi entah kenapa pilihan Mas Andit enggak salah. Hebatnya kamu bertahan hampir lebih dari 3 jam dan masih kami ajak-ajak jalan-jalan ke Taman Safari di Pasuruan. Sesampainya dirumah, kami masukkan kamu ke kardus bersama belang berdua yang kami beli seharga Rp.50.000. Aku lalu memberikan wortel 1 untuk dibagi berdua dan lebih kagetnya, ketika aku membuka kulkas, kamu keluar dari kardus dan mengendap-ngendap di pahaku seakan-akan tahu kamu masih mau wortel lagi. Kuberikan wortel dan akhirnya kamu tertidur dalam kardus kecilmu.

Ini sayurku!

Penimbangan pertama

Kamu bahkan sempat tercebur ke dalam parit, ketika mama tak sengaja mendorong pagar dan tubuhmu terjatuh ke dalam parit kotor depan rumah. Seketika itu kami sekeluarga langsung memandikan bersama dan ketika itu umurmu masih 2 bulan dan kamu tahan dingin ketika dimandikan, dikeringkan. Semenjak itu, kami percaya kamu bakalan menjadi anggota keluarga baru yang bakalan menambah keceriaan dalam keluarga ini.

Mama membelikan kelinci baru namanya Gery setelah kematian Belang rekanmu yang kami beli pada saat pertama, dan parahnya kami tidak tahu kalau Gery itu ternyata cowok! dan jadilah kalian bercinta di malam yang kami tidak ketahui bersama. Yang kami ketahui, kamu menunjukkan perilaku aneh dengan mencabuti bulumu sendiri dan entah untuk apa. Tak tahunya kamu melahirkan dengan 8 anak kelinci! tapi sayang 3 lebih dulu meninggal dan menyisakan 5 anak. Maaf ya dari 5 anak itu, kami berikan ke orang lain lagi sebanyak 3 orang sehingga jadilah keluarga-mu yang baru.

Gerry masa kecil

Putih dan Gerry

Kelakuanmu yang lucu menghiasi keluarga ini. Tak jarang mama telepon anak2nya yang jauh disana juga mengabarkan keadaannya kelinci-nya sedang apa dan kenakalan luar biasanya. Yang terakhir kamu melahirkan lagi dengan 9 anak! setelah sebulan kelahiranmu yang pertama dan 2 bulan setelah itu ke 8 anakmu dijual semuanya bersamaan dengan waktu itu Midodaren Mas Caca dan Gerry, suami kamu akhirnya dilepas ke penjual Sayur yang biasanya lewat depan rumah. Aku bersikeras menolak tapi Mama tidak mau repot merawat banyak kelinci dan kami akhirnya sepakat melepas Gerry dengan meninggalkan 2 anak generasi pertama, Kiko, Browni dan 1 yaitu Belang, generasi kedua.

Belang Kiko Brownie

Kebiasaanmu yang suka merusak tanaman adenium Mama dan pernah merontokkan semua daun yang entah tumbuhan aku tak tahu namanya hingga akhirnya mama membuat rak tanaman adenium yang lebih tinggi supaya kakimu tidak menjajah kesana kemari dan sampai kau berlari-lari ke ujung gang dan aku menemukanmu sudah berada di gang sebelah rumah dekat lapangan RT. Kelakuanmu yang suka tidur siang dengan posisi sangat pulas sekali hingga membuat kami sekeluarga ketawa.

minggir-minggir perusuh datang!

tidur pulas sama Belang

Aku nggak tau foto ini pas kamu ngapain, tapi kalau mau pipis dan nggak mau diintip, bilang dong!

Jangan ngintip woi!

Sampai akhirnya banyak kelakuan yang memang kau buat dan yang memang sengaja kami desain untuk lucu-lucuan dan tak terhitung lagi kenangan-kenangan dan momen-momen terbaik bersamamu ketika aku melewati masa sulit dalam Tugas Akhir, kamu dan Browni menghiburku, memberi semangat, memberi kekuatan baru dalam pengerjaan. Aku sudah menulis nama kamu sama kelinci-kelinci yang lain dalam ucapan terima kasih buku Tugas Akhirku dan rasanya memang belum cukup ya kalau hanya ditulis saja.

Agnes Monica edisi kelinci

Makan Gurame!

kelakuanmu terhadap mas caca

cantik ya kelinciku?

Cewek matre!

dan kelakuanmu yang paling heboh serumah adalah ketika kamu berhasil menjebol kandang kawat dan meski kami sudah berupaya untuk menambah lapisan kandang tersebut, masih saja kamu berhasil menembusnya. Semakin menua usiamu, justru anak-anakmu yang terlebih dulu meninggalkanmu, dimulai dari Kiko dan yang terakhir adalah Browni ketika aku sudah sampai Semarang beberapa bulan. Aku menangis tiap kali sahabat keluarga pergi, Mama adalah yang sering membesarkan aku ketika kalian pergi meninggalkan bagian keluarga Bendul.

Hai putih,

Sahabat keluarga terbaik, terima kasih sudah menjadi sahabat keceriaan keluarga. Mewarnai bagian dari keluarga ini selama 4 tahun. Sebenarnya ada video waktu kamu bongkar-bongkar pasir di rumah, sayang kamera tersebut hilang dibawa mas Caca waktu ke Australia. Padahal kelakuanmu membuat rumah harus menyapu ulang pasir-pasir yang berserakan karena ulahmu. Haha, kalau ingat video itu rasanya pengen ketawa 🙂

Mas Hoho sama putih

Mas Caca sama putih

Makasih ya putih, sudah mewarnai keceriaan keluarga Bendul, sayang aku tak sempat menguburmu. Selamat jalan sahabat kecil, doa keluarga menyertaimu selalu 🙂

ngasih makan gembok??

Raka ngasih makan putih

Raka meet putih

PS : Tks to Mas Caca atas foto-fotonya 🙂

Advertisements

10 responses to “[Story] Hai Putih, Sahabat Kecil

  1. Ikut sedih bacanya. Sekarang sudah gak ada yg sembunyi di bawah kolong mobilku ya, udh gak ada yg teriak2 putih..putih ayo keluar.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s