[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [2]

Akhirnya jawaban itu ketemu juga, kenapa saya ditempatkan di kantor cabang ini. Mentor saya yang posisinya juga sekaligus atasan (Assistant Manajer) saya meminta saya untuk mengelola database Historical SCADA. Database yang dimaksud disini adalah database Sequence of Event (Urutan Kejadian) dan data metering meliputi beban, tegangan, daya reaktif, daya nyata. Setelah berdiskusi cukup panjang, beliau meminta untuk data tersebut diolah sehingga orang lain non distribusi bisa memanfaatkan data tersebut. Kebetulan sekali, semua Gardu Induk di Jawa Tengah dan DIY sudah ter-SCADA sehingga urutan kejadian dari setiap peralatan bisa diketahui.

Sayangnya karena setiap masing-masing kantor cabang memakai sistem SCADA yang berbeda otomatis RDBMS yang berbeda pula. Ada yang memakai MySQL ada pula yang memakai Oracle. Inilah tantangannya, kedepan kedua sistem tersebut harus bisa bersatu sehingga tidak terpisah. Saya menyanggupi akan membuat konsep Data Center-nya. Inilah tantangannya, belum ada unit APD (Area Pengatur Distribusi) se Indonesia Raya bisa membuatkan sistem tersebut menjadi satu dan saya akan menerobosnya nanti. Dan inilah salah satu produk yang sudah saya kerjakan, yaitu membuat suatu tools untuk memantau sistem elektrifikasi jawa tengah secara online via Internet

Dashboard Outgoing Feeder

Anda bisa mengaksesnya di : http://www.jateng.pln.co.id:8080/status_feeder. Username : pln, Password : pln. Aplikasi ini sudah dipakai sebagai aplikasi pembantu Call Center PLN untuk lokalisir gangguan. Padahal niatnya aplikasi ini untuk manajemen atas memantau sistem. tapi kalau dipakai di Call Center PLN ya syukur Alhamdulillah.

*mohon maaf ya masih banyak lubang, karena niatnya cuma iseng mengerjakannya. πŸ˜€

Seiring berjalannya waktu, saya akhirnya memahami proses SCADA dan ternyata saya jatuh hati dengan bidang ini. Berbekal pengalaman sering bermain ke Gardu Induk, bertanya kepada dispatcher Control Center tentang sistem kelistrikan, mengerti apa itu Outgoing Cubicle, Trafo 150 kV, Bay Strandang 150 kV, jaringan distribusi 20 kV dan hampir rata2 pengetahuan tentang sistem kelistrikan tegangan menengah, alhamdulillah saya sudah ketahui semuanya.

Bay Srandang 150 kV

Bay Srandang 150 kV

Outgoing Feeder 20 kV

Tuhan memang membelokkan ke jalan yang benar.

Seandainya saya tetap ngotot bertahan di bidang IT, saya harus bertarung dengan ratusan sarjana baru bidang IT yang jumlahnya tidak terhitung lagi. Sekarang saya punya ilmu 2 yaitu IT dan SCADA, sehingga kalaupun saya nantinya sudah tidak di PLN lagi, ilmu tersebut tetap saya bawa. Orang akan menganggap saya berbeda, betul tidak sih? Saya menyadari bahwa peluang pekerjaan di bidang SCADA tidak hanya di bidang kelistrikan, ada di sektor air, pabrik bahkan sampai pengaturan lalu lintas kereta api. Inilah yang membuat saya jatuh hati.

Saya terus belajar, maklum kurang puas kalau hanya belajar di ilmu SCADA saja. Ilmu pengaturan distribusi tegangan menengah juga sering saya tanyakan, sering berdiskusi dengan rekan-rekan dispatcher tentang manuver ketika ada gangguan sistem. Saya tahu perasaan dispatcher yang terpaksa harus memadamkan pelanggan ketika ada gangguan pembangkit, melawan batin antara pelanggan yang sudah membayar tepat waktu tapi terpaksa harus dipadamkan. Saya juga tahu bagaimana susahnya mengatur gangguan tegangan menengah ketika ada hujan angin ribut.

Semua itu membuat saya menyadari, bahwa tidak ada jenis pekerjaan yang lebih penting.

Maksudnya antara saya sebagai Engineer SCADA yang bertugas melayani dispatcher sebagai user SCADA tidak boleh saling meremehkan pekerjaannya. Semua sama pentingnya. Karena tujuan kita sama, melayani pelanggan agar pelanggan cepat nyala kembali. Kenapa? kalau pelanggan cepat menyala, artinya pendapatan perusahaan akan kembali baik kan?

Sekarang..

Saya mulai menyukai pekerjaan di bidang Jaringan Tegangan Menengah. Belajar mengenai, pengendalian sistem via jaringan. Kalau dulu, bermain di ujung sumber outgoing cubicle 20 kV, maka sekarang belajar di keypoint LBS (Load Break Switch) / Recloser. Nah dengan mengimplementasikan SCADA di Jaringan Tegangan Menengah, titik pemadaman bisa dikurangi, gangguan bisa lebih ter-zona lebih jelas. It was so much fun, berkeliling di daerah pelosok, sampai daerah yang sepi sekali pun pernah dikunjungin. Maklum ya karena posisi Keypoint lebih terpelosok ketimbang Gardu Induk.

Recloser Keypoint

Inilah dunia yang membuat saya jatuh hati. Jatuh cinta di dalamnya. Bahkan saya berencana mengambil kuliah S2 di Luar Negeri yang ada hubungannya dengan bidang Energi karena bidang ini saya yakin tidak akan pernah mati dan saya sudah menemukannya di Erasmus Mundus. Wanna see them?

WInd Energy Courses

http://www.windenergymaster.eu/

Bagi saya, energi terbarukan seperti ini harus diupayakan di Indonesia. Indonesia memang punya sumber energi banyak tapi batubara maupun minyak suatu saat pasti juga habis. Energi seperti Angin, Matahari, Panas Bumi ini nggak akan pernah habis dan pasti ada dan inilah cita-cita saya, menghidupkan energi alternatif agar kelak Indonesia terus tersenyum tanpa harus padam listrik. :). Inilah semangat saya, Semangat untuk terus memajukan Indonesia!

anak-anak tersenyum

Advertisements

3 responses to “[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [2]

  1. mantab nih … teruskan sumbangsihmu sodara πŸ™‚

    klo mau komersil SCADA engineer itu mahal loh, dan laku di oil & gas.

    semoga dapet beasiswa WEM nya tahun depan cap πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s