[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [1]

Jangan pernah mengatakan tidak suka pada sesuatu barang, karena pada akhirnya itu akan menjadi push back ke kamu.

Percayalah dengan kalimat itu karena sebenarnya saya sudah mengalami 2 kali dan sebenarnya begitu ucapan tidak suka diucapkan biasanya akan menjadi buah simalakama.  Ketika akhirnya Tuhan menghadapkan barang yang kamu tidak suka, maka sebenarnya Tuhan tahu itulah yang akan menjadi jalanmu. Ya seperti sinetron FTV, yang modelnya banyak yang nggak suka pada cewek berkacamata dan berponi, aktor laki-laki ganteng dan gagah pada akhirnya juga jatuh hati kan?

Cerita kali ini tentang pekerjaan saya, tentang dimana yang sebenarnya saya dulu juga nggak suka tapi berbuah menjadi barang penasaran yang nggak ada habisnya untuk digali-gali ilmunya dan terus menjadikan saya jatuh hati. Ini adalah cerita tentang SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Secara sederhana SCADA yang dimaksud dalam bidang industri kelistrikan adalah dapat melakukan kontrol jarak jauh suatu alat untuk melakukan manuver (pemadaman) atau penormalan listrik. Secara sederhana juga apabila ada gangguan listrik, langsung dapat termonitor di ruang Control Center dimana bisa memantau kondisi sistem secara keseluruhan.

SCADA

Flashback begin….

Dulu sebelum menjadi pegawai tetap, setiap calon pegawai wajb melakukan training di perusahaan. Masing-masing siswa OJT harus melalui tahap diklat. Kebetulan karena saya berada di bidang IT jadi kebanyakan yang diajarkan adalah tentang Data Center, Road Map IT di PLN, Aplikasi di perusahaan ex : Pelayanan Pelanggan, Pendapatan dan termasuk SCADA. Waktu instruktur mengajarkan tentang SCADA saya sama sekali enggak ngerti makanan macam apa ini, mulai dari Remote Therminal Unit, Workstation, Relay Proteksi, Jaringan dan sebagainya. Saya dan siswa OJT bidang IT yang lain juga kebanyakan nggak mudeng dan pada akhirnya kelas berisi sesi tidur. Dan akhirnya saya mengucap dalam hati

Saya bertekad semoga saya nggak dipertemukan dengan yang namanya SCADA dan kawan-kawannya.

Setelah diklat pembidangan selesai dan dipertemukan kam semua siswa dengan penempatan OJT. Saya bertiga yang padabidang IT kebetulan penempatan di Kantor Distribusi Jateng dan DIY. Awalnya agak kecewa sih, karena terus terang pengen ditempatkan di luar jawa. Yah namanya juga anak muda ya, masih besar rasa idealismenya. Tapi saya tetap bersyukur walaupun ditempatkan dimanapun, Jawa atau Luar Jawa tetap harus niat untuk bekerja. Karena waktu diklat pembidangan IT kemarin juga kedapat diklat di lapangan, *baca : berkunjung ke Data Center* di Kantor Distribusi yang sama, saya pikir seharusnya mudah beradaptasi.

Saat Surat Keputusan OJT keluar,

Saya ditempatkan di kantor unit sedangkan 2 teman saya yang berada di bidang IT ditempatkan di Kantor Distribusi. Oh man, saya sebenarnya juga mengumpat dalam hati kenapa ini tidak adil rasanya. Rekan berdua saya yang ketempatan di Kantor Distribusi bukan berasal dari pure bidang IT pada masa kuliahnya dan kenapa saya yang “dibuang” ke kantor unit cabang? saya sempat bertanya-tanya kenapa keputusan ini dipilihkan pada saya?. Walaupun menggerutu awalnya, akhirnya saya putuskan untuk menyimpan semua perasaan itu. Akhirnya disinilah saya ditempatkan, Area Pengatur Distribusi Semarang *kalau diluar negeri, orang menyebutnya Distribution Control Center*.

APD Semarang

1 Minggu awal orientasi di kantor unit, Mentor saya banyak memberikan gambaran tentang proses bisnis dari tempat saya mengawali training dimulai dari asset, siapa pelanggan, bagaimana sistem bekerja di kantor ini dan sebagainya. Saya juga diperkenalkan dengan seluruh orang-orang di kantor cabang saya dan berkeliling ke seluruh ruangan di kantor dan menjeleaskan ruangan ini untuk apa. Saya duduk kembali dengan mentor saya, di bidang mana saya ditempatkan dan mentor saya memberikan tempat di… SCADA & Telekomunikasi *saya langsung mengernyitkan dahi*

Pahit, ternyata makan buah simalakama sendiri.

Minggu berikutnya serasa edisi galau, karena pikiran, hati dan tindakan ada yang berbeda. Fasa awal keluar dari zona nyaman terasa berat sekali. Saya harus mengerti apa itu RTU (Remote Therminal Unit), Concentrator, dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainyaa. Saya yang berasal dari bidang IT harus belajar banyak ulang, bahkan saya terpaksa membuka materi diklat pembidangan terdahulu lagi apa itu SCADA dan bagaimana konsepnya. Saya mengejar ketertinggalan, Saya merasa seperti dikejar oleh kreditur panci atau ibu kosan yang terus menagih biaya administrasi. Terus berlari mengejar dan mengejar. Belajar banyak bertanya kepada rekan-rekan satu bidang saya, apa itu SCADA, Servernya bagaimana sebuah perangkat bisa berkomunikasi.

Tuhan memang menemani langkah saya, satu bulan yang awalnya pahit mengajarkan saya banyak mengerti. Meskipun dijelaskan secara sepotong-sepotong, tapi itu justru menjadi tantangan untuk mencari puzzle-puzzle yang lain hingga akhirn saya mengerti apa itu SCADA. Saya mencoba mencari, dan terus bertanya. Rasa penasaran saya tergugah dan terus mencari tahu benang merahnya. Semua itu karena

Saya mungkin memang tidak pintar, tapi saya mau berusaha untuk mengerti dan tahan terhadap godaan untuk tidak mengambil ujian ini.

Akhirnya jawaban itu ketemu juga, kenapa saya ditempatkan di kantor cabang ini. Mentor saya…..

to be continued…..

Advertisements

4 responses to “[Story] Kualat yang berbuah menjadi jatuh hati [1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s