[Hiking][Seven Summit] Gunung Lawu #2

Ini adalah cerita lanjutan dari perjalanan ekspedisi Seven Summit Central Java!, kalau pembaca belum tahu cerita sebelumnya, silahkan disimak di alamat berikut ini ya. COLEK ME

And here we goes to SUMMIT!.

POS 3 – POS 4

Enggak jauh beda dengan pos 2 dan 3, jalanan masih terjal. Langkah kami seakan sudah habis rupanya. Tahukah anda, kami menghabiskan jalan 2 meter dalam 10 menit? Ya karena kaki kami sudah luar biasa didera fisik capek yang luar biasa tapi entah mengapa, Kata bapak Jasamarga yang kebetulan mendaki bersama kami, membisikkan kepada kami,

Lelah bang?

“Jalan saja mas, inilah nikmatnya Gunung. Takkan berpindah puncak didaki”

Ya akhirnya kami berjalan pelan-pelan dan sejujurnya pos ini paling menghabiskan waktu sekali dan jangan berharap ada bonus track ya disini. Hehehe. Eniwei, Pos 4 adalah pos terbaik untuk memajang eksis. Kalau mau berdiri agak sedikit ujung pada pos 4, Anda akan seolah berada di negeri atas awan dan dari semua spot foto *kecuali puncak* inilah tempat terbaik di atas gunung ini. Pada saat momen inilah, rekan-rekan Seven Summit membayangkan bisa berjalan di atas awan.Here’s the skrinsyut πŸ™‚

The Captain

Perusak gambar!

Serasa di Negeri Fantasi

POS 4 – POS 5 – Hargo Dalem

Sepertinya Tuhan memang sudah merencanakan track jalur pendakian ini dengan baik. Sepanjang perjalanan sekitar 400-an meter ini,Β  Tim diberi bonus jalan landai yang cukup banyak dan tidak ada lagi jalur pendakian yang ekstrim, nangis darah dan copot jantung *halah*

Bonus Track!

Eniwei, Hargo Dalem sebenarnya salah satu puncak di Gunung Lawu selain Hargo Dumilah. Hargo Dalem adalah tempat petilasan dari Prabu Brawijaya V yang mengasingkan diri bersama beberapa pengikutnya.

Hargo Dalem

FYI, Gunung Lawu termasuk salah satu Gunung yang dikeramatkan selain Gunung Merapi. Ceritanya dahulu, Raden Patah anak dari Prabu Brawijaya V yang telah memeluk Islam ingin mengajak ayahnya untuk turut serta masuk dalam agamanya. Namun sayang, Sang Prabu menolak untuk masuk dalam agama Islam dan tetap setia dengan Hindu. Sang Prabu yang bijak akhirnya mencoba bertapa dan mencari jawaban atas solusi bersama untuk kerajaannya, konon sang Prabu akhirnya mendapatkan jawaban yang pada akhirnya Agama Islam saatnya menguasai tanah Jawa.

Sang Prabu yang bijak akhirnya mengasingkan diri ke Gunung Lawu beserta beberapa pengikutnya akhirnya mendirikan kerajaan kecil disana. Gunung Lawu sendiri dipilih karena konon ceritanya Adipati Cepu yang dendam kepada Sang Prabu terus mengejar karena Sang Prabu dahulunya pernah menjajah daerah Cepu. Pasukan Adipati Cepu yang mengetahui keberadaan Sang Prabu disana, mengejar namun naas, pasukan Adipati Cepu keburu tewas duluan selain karena kesaktian dua pengawal Sang Prabu. Konon mitosnya, hingga saat ini banyak orang Cepu yang enggan naik ke Gunung Lawu. Wallahu’alam.

Petilasan Prabu Brawjiaya V

Balik lagi ke cerita Seven Summit. Sepanjang perjalanan ini, kalau rekan-rekan beruntung akan menemukan Edelweiss ungu yang tergolong langka. Sayang tim Seven Summit belum menemukan bunga nya seperti apa, tapiΒ  yang jelas Edelweiss putih ada banyak, dan pantangannya adalah kita dilarang memetik Edelweiss disana.

Cuaca diatas begitu panas menyengat luar biasa, biasanya kalau pendakian gunung semakin ke atas harusnya semakin dingin bukan? tapi di Gunung Lawu enggak begitu, yang tim Seven Summit temui adalah panas luar biasa dan disambut alam tandus yang bikin makin putus asa. Kali ini, stok air minum kami sangat cukup untuk sampai turun kembali. Saya sendiri memperkirakan, dengan cuaca sore yang cukup panas, berarti malam hari akan terasa sangat dingin sekali. Dan ternyata… ceritanya lompat πŸ˜€

Panas! Tandus!

Sendang Drajat – Warung Mbok Yem

Sebelum menuju Hargo Dalem, tim Seven Summit menemui sesuatu yang nggak biasa. Baru kali ini tim menemui ada warung di atas gunung, dimana tim bahkan bisa mencicipi pisang goreng. Hahaha, Warung itu adalah warung Mbok Yem, beliau ini adalah pengikut sejati dari Sang Prabu dan termasuk abdi dalem, makanya beliau tahan hidup di atas Gunung.

Dalam hati, sejujurnya buat apa ya saya membawa banyak perbekalan kalaupun pada akhirnya di atas Gunung ada warung? Hahaha, tapi inilah sisi nikmat dari naik Gunung, we have to be prepared in whatever condition. Hehehe, daripada warung tutup dan kita nggak punya perbekalan? Ya nggak sih?

Warung Mbok Yem

Sedang Sendang Drajat adalah sejenis mata air yang untuk menghidupi masyarat pengikut Prabu Brawijaya. Konon mata air enggak pernah habis, tapi sewaktu tim sampai di dekat mata air, lah mana airnya? –” Hahaha, mata air ini enggak boleh diminum seingat saya, entah itu pantangan atau apa ya, tapi yang jelas warung Mbok Yem sudah menyediakan itu semua πŸ˜€

Sendang Drajat

to be continued…

Advertisements

One response to “[Hiking][Seven Summit] Gunung Lawu #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s