[Asal Tulis] Tulisan dibalas tulisan. Seems Fair.

Tranmsisi Listrik

Sebenernya lagi males nulis juga, tapi karena ada yang ngajak perang dalam tulisan yang gue bales dengan tulisan. Kalau dalam hukum Islam, kalo kita melakukan keburukan sesuatu maka dibalas dengan sesuatu, biar Fair. Misalnya ada orang membunuh maka dalam hukum Islam dia juga akan dipancung juga kan?. Fair kan? Nah karena ada tulisan yang menjelekkan perusahaan saya, ya gue balas dengan tulisan juga. Fair kan? Nggak tapi gue nggak menjelekkan perusahaannya, gue babat habis sifat orangnya yang sedikit sok tau. Nggak papa kan? Biar Fair

Terus terang, gue nggak demen sama orang yang melihat dari satu sisi, langsung menyama-ratakan kejelekannya. Itu nggak bener. Prinisip gue ya, tong sampah pasti ngeluarin sampah. Artinya apa, kalo kita njelekin orang, apa bedanya kita dengan omongan kita? ya nggak sih? hehehe

Langsung aje ye, nih linknya. Semoga jangan ikutan panas dengan kejelekan PLN gara2 membaca tulisan itu. 🙂

http://miuski.wordpress.com/2011/05/01/pln-kini-sudah-tak-becus-jalankan-perusahaan/#comments

Bila dinilai, hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti-ganti, dengan teknologi yang semakin maju yang menuntut ilmu pengetahuan (SDM di Perusahaan) harus semakin mapan, tapi bagaimana di PLN ?

Apa yang kita lihat (sbg masyarakat awam) sungguh mengecewakan, Perusahaan Listrik Negara, PT. PLN (Persero) menggaji pegawainya dengan standard yang cukup layak, atau bila dibandingkan dengan tenaga Outsourcing-nya, pegawai PT. PLN (Persero) itu memiliki penghasilan yang berlipat-lipat, tapi apa timbal balik pegawai PLN tersebut kepada Negara ? ataupun kepada Perusahaan ? Intinya mereka (para pegawai PLN) sangat nyata, sangat terlihat sekali ke-TIDAK BECUSAN-nya dalam menangani pekerjaannya, mengapa saya mengatakan demikian.

1. Pengaturan/Pengelolaan Keuangan, siapa yang pegang ? Jawabnya : mulai dari hal terkecil seperti pembayaran rekening listrik pun mereka sudah tak becus mengelola, dan kini dilemparkan kepada pihak Bank, dengan menggulirkan program PPOB, bahkan konon administrasi keuangan untuk penambahan daya listrik hingga pemasangan baru pun ditangani oleh Bank, lha.. kerja Pegawai PLN tuh apa ? Becus apa mereka ?

Kepada yth Bapak/Ibu/Mas/Mbak. Hallooooo plis deh, ini kan jaman udah mau masuk taun 2012. Jaman udah semakin modern, boleh dong kita meninggalkan yang manual-manual seperti pembayaran dan tetek bengeknya. Bayangin deh ya, betapa ribetnya kalo pegawai PLN datengin pelanggan sambil bawa kertas list tagihan, dokumen ini dan itu, beserta amplop kembalian duit yang notabene isinya adalah recehan *hammer*. Aduh ye, Perusahaan mana yang masih mau memakai model seperti itu. Sadar deh.

Yang kedua bayangin kalo duit itu misalnya ditilep sama petugas penarik rekening? siapa yang mo mbayar kerugiannya? perusahaan nenek lo? perusahaan moyang lo? ya nggak kan? Kalo bisa dibuat praktis dan simple kenapa kita mbuatnya ribet sih? Kenapa kita nggak serahin ke pelanggan aja, mau gmana cara mbayarnya. Toh PLN juga nggak akan nutup loket pembayaran di kantor UPJ atau loket-loket kecil yang nggabung sama loket mbayar telepon itu lo yang biasanya dipunyai masyarakat. Intinya kalo kita bisa memudahkan pelanggan membayar, kenapa nggak kita pakai sistem itu? Pelanggan juga tau kali, kalo mbayar rekening listrik biaya transfer dibebankan ke pelanggan. Itu kan sudah pasti dan pelanggan juga nggak bego-bego banget

Jaman udah beralih ke kartu koq masih hobi ya mbawa duit-duit segede gaban di dompet -_-“. Haloo, hidup dimana bapak/ibu/mas/mbak?

2. Pekerjaan Administratif Perkantoran, anda-anda para pegawai Outsourcing lebih mapan dan layak disebut sebagai penggerak perusahaan mengapa ? Coba bandingkan, dari 100% pegawai PLN yang hidupnya bergantung kepada perusahaan, berapa persen dari mereka yang becus bekerja mengurus Administrasi Perkantorannya ? paling hanya 10-20%, tidak mungkin lebih dari itu, sangat mustahil sekali bila bukan rekan-rekan Outsourcing yang mengerjakannya ? Saksinya adalah pegawai Outsourcing.

Gue terus terang paling benci, ketika ngkritik pake main angka-angka tapi nggak didasarkan fakta-fakta. Gue benci dengan main asumsi seperti ini. Sekarang gini ya, dengan asumsi gue bales, hanya 1% OS kerja yang bener? mau ape lo? pasti perasaan lo lebih nyahok kan? Makanya jangan maen angka-angka kalo lo belum riset yang bener. Gue tantang lo deh bikin riset dulu, hitung deh kinerja karyawan PLN dari ujung Aceh sono sampek perbatasan Papua. Yakin deh pulang ngesod berdarah-darah ente.

Sekarang gue tanya deh, definisi administrasi apa? Dokumentasi dan surat menyurat kan? Ketambahan ATK kantor kan? Sekarang gini ya, domain administrasi berapa persen dari proses bisnis kita? Karena gue yakin lo udah hobi berkecimpung di administrasi, sekarang gue tantangin lo benerin jaringan kawat 20 kV sambil bertegangan. Tukeran mau? kalo ente mau, gue takeover deh pekerjaan lo. Intinya jangan bangga dengan pekerjaan administrasi sebagai pekerjaan hebat, gue baru bilang hebat kalo lo bisa manjat tiang listrik dengan Alat Pengaman Diri sambil Jaringan bertegangan. Mau nggak lo?

3. Pekerjaan Pembacaan Meter untuk Tipe KWH Konvesional, siapa yang mengerjakan ? Pegawai PLN kah ? Sudah pasti jawabannya adalah TIDAK !!! Bahkan untuk pembacaan meter industri saja yang konon katanya harus dikerjakan oleh Pegawai PLN sendiri, pada kenyataannya tidak, mungkin hanya sebagian kecil saja pegawai PLN yang bisa mengerjakan itu. 😀 Meskipun PLN berencana akan mengimplementasikan KWH Pra-Bayar akan tetapi usaha tersebut banyak menemukan kendala/kesulitan, salah satunya adalah infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung implementasi tersebut, ditambah SDM yang menguasai teknik pemeliharaan KWH Pra-Bayar dari pihak PLN sendiri masih belum mumpuni.

Emang lo udah ngrasa mumpuni? Bagus dong kalo kita ngrasa nggak mumpuni, artinya ada kesempatan bagi kita buat belajar. Ketimbang lo yang cuma pandai ngomong tapi juga nggak jelas pinter apa nggak.

Sekarang gue tantang balik, enak mana mbaca meter rumah per rumah atau rekonsiliasi kWH meter dengan penyulang atau bisa jadi dengan trafo GI? kenapa seperti itu? PLN harus bergerak maju, kalo kita selamanya masih mikirin mbaca meter mulu, kapan kita majunya mikirin hal-hal yang lain? sekarang gue tanya ya, pernah lo mikirin gimana mbikin jaringan single line diagram yang nota bene posisi mana lo harus nempatin Recloser dengan tepat, nempatin trafo, membagi beban penyulang jaringan 3 fasa, menempatkan kWh Meter di jaringan, memasang posisi LBS. Pernah nggak mikirin, kalo misalnya di jaringan itu banyak gangguan apa yang harus kita lakukan, analisa bla bla bla. Halooo, plis deh kalo terus-terusan mbaca meter mulu, kapan kita belajar memperkuat sistem jaringan listrik, kapan kita mbuka jaringan baru. Sekali kali deh lo ke lapangan, panas-panasan pepetan sama tiang listrik, belum pernah kan?

Iya emang baru, wajar kan banyak kesulitan Listrik Pra Bayar itu. Bayi kalau mau bisa jalan harus jatuh-jatuh dulu kan? Lo juga kan? kalau mau pinter juga harus belajar dulu kan? Bagus dong kalo nemu infrastrukturnya yang kesulitan. Berarti kita bisa memetakan dimana letak kesalahan kita. Ya daripada lo, cuma duduk bengong kayak sapi ompong ngeliatin kita kerja.

4. Pekerjaan Pemeliharaan Jaringan Listrik, siapakah yang mengerjakan ? Lagi-lagi jawabannya hanya Outsourcing yang bisa mengerjakan, pegawai PLN kembali lagi tidak bisa mengerjakan itu, mau naek bagaimana wong belum apa-apa kaki udah gemetaran mungkin kalo dipaksa naik malah pingsan nyangkut diatas trafo, org perutnya pada gendut-gendut (alias buncit kali yee..!), mungkin kebanyakan makan uang keringat orang lain kali ya, ih.. amit-amit dah.

Sekarang gue tanya, pemeliharaan jaringan listrik yang mana nih gue tanya dulu? kalo PDKB yang lo maksud, itu semua pegawai PLN bukan OS dan mereka dijamin keamanan, kesehatan dan kesejahteraan. Yang lo maksud mestinya petugas gangguan, mereka yang ngecek kalo ada gangguan dimana, ditelusuri dan sudah jelas kalau mereka mau menangani gangguan, mereka minta pemadaman tegangan di jaringan. Kenapa minta pemadaman? kalo petugas meninggal di lapangan, siapa yang mau tanggung jawab?. Kalo boleh orang PDKB tukeran ama orang outsourcing yang katanya lo orang pemeliharaan jaringan listrik, Nah karena lo orang yang suka main asumsi,  berapa persen yang mau berani manjat dalam keadaan bertegangan? Kalo ada lebih dari 50% gue jungkir balik di kantor.

Kenapa lo bisa ngomong gitu? karena lo nggak pernah ke lapangan kan? Katanya pegawai PLN nggak bisa mengerjakan itu, pegawai mana yang lo maksud? orang non-teknik, ya jelas aja monyong, sampe jungkir balik orang non-teknik nggak bisa gitu. Kalo semua pegawai PLN, lo anggap semua sama rata bisa manjat tiang dan bisa ngurus SDM, artinya lo mending balik sekolah dulu deh. Belajar yang bener ye..

5. Pekerjaan IT, nah ini sih sudah pasti jawabannya, apa !? Yg pasti pegawai PLN yang mana yang becus sama urusan IT, udah pasti hampir tidak ada, nihil, becusnya cuma suruh-suruh pegawai Outsourcing lagi,.. Outsourcing lagi,… perhatikan saja aplikasi-aplikasi yang bersifat vital di lingkungan PT. PLN (Persero) biasanya dikerjakan oleh Pihak KETIGA.

Iye gue ngakuin SAP dan CIS dikerjakan pihak ketiga. Emang kenapa? pertimbangan kita adalah best practice kenapa bisa gitu? Karena kita bukan perusahaan IT. Kita ini penyedia listrik. Kalo semua pegawai PLN mbikin perangkat IT segitu gaban gedenya, kapan kita ngurusin listrik?. Telkom, Pertamina, Bank Mandiri dan ASTRA semua pake SAP. Terus ape lo bilang semua pegawai disana nggak becus?. Sekarang gue tantangin mbikin aplikasi sederhana monitoring gangguan jaringan deh, bisa nggak lo kerjain SENDIRI?

Sekarang pertanyaannya, kalau belum ada tenaga IT disana apa nggak boleh minta tolong outsourcing? toh kalo lo overhour juga kita bayar. Kita? nggak ada bos bayaran untuk lembur, lembur ya salah kita sendiri. Info buat ente ya, CIS sebentar lagi bakalan di takeover sama aplikasi bikinan kita sendiri koq. Makanya dong, lo cuma ngeliat kantor PLN di unit lo sih. Sini gue tantangin lo buat liat aplikasi bikinan PLN sendiri. Dan sini gue juga tantangin vendor yang mau mbangun aplikasi IT, kita compare dengan sistem buatan aplikasi PLN. Sekarang lo kira aplikasi buatan vendor pada beres semua? giliran ditelpon ada kesulitan, vendor pada kabur. Nggak tau kan lo?

NB : PLN adalah PERUSAHAAN YANG SANGAT MENGERIKAN SEKALI, SELAIN HANYA MEMILIKI PEGAWAI DENGAN KAPASITAS STANDARD (BISA BACA TULIS DOANG), JUGA NEGARA TELAH DIRUGIKAN KARENA TIAP PELAPORAN KEUANGAN DARI PIHAK PLN HANYA BISA BICARA “PLN MENGALAMI KERUGIAN KARENA,.. BLa.. BLa.. BLa..“, adakah saudara-saudara Qta warga Indonesia ataupun Warga Negara Asing yang pernah mendengar Laporan Keuangan dari PT.PLN (Persero) Indonesia ini mengalami keuntungan hingga Rp. XXX Miliar/Triliun ? dari berita-berita Laporan Keuangan yang seperti itu juga Qta sebagai manusia-manusia waras yang berotak dan berakal bisa memberikan pernyataan baik secara tertulis ataupun secara tidak tertulis dengan lantang Qta harus nyatakan “PT. PLN kini sudah tak BECUS jalankan Perusahaan!” akibat kurangnya kemampuan baik dari sisi SDM ataupun SKILL KOMPETENSI pegawai-pegawai PLN-nya !!! Betul.. betull.. betulll… dibagian ini bukan berarti PLN harus memberikan laporan keuangan ke BLOG ini, itu adalah pemikiran yang sangat tolol sekali, namanya juga perusahaan negara, ya harus transparan kepada rakyatnya, misalnya dengan memanfaatkan media massa ataupun elektronik, ya mbok ngasih berita-berita menggembirakan gitu untuk rakyatnya. 😀

Itu ada monyong di situs PLN, nih ye gue kasih linknya.

http://www.pln.co.id/?p=53

Baca sendiri sana, itu udah diaudit sama Deloitte. Kalo lo masih nggak tau perusahaan apa Deloitte mending lo balik sekolah SMP lagi ya, belajar yang bener.  Tentang kenapa kita nggak membagikan itu di media cetak, PLN bukan perusahaan terbuka, nggak listing di Bursa Efek Indonesia jadi nggak wajib nyantumin itu ke media massa. Sekarang gue tanya, ada yang mau gitu jurnalis wartawan yang mau nyantumin detail list segitu gaban? Lo download sendiri ya, dan baca laporan detailnya. Kalo lo masih nggak percaya, berarti lo meragukan independensi auditor Deloitte, artinya lo udah berada di titik terparah.

Baca koran terakhir kapan? koq lo nggak update banget kabar baik PLN? parah ah lo men, kayak nenek-nenek aja lo males mbaca.

http://bisnis.vivanews.com/news/read/223143-ini-proyek-proyek-pln-unggulan-sby

http://bisnis.vivanews.com/news/read/217775-4-konsorsium-bersaing-garap-pltu-jateng

http://teknologi.vivanews.com/news/read/217192-energi-gelombang-laut-lebih-besar-dari-pltn

http://bisnis.vivanews.com/news/read/215688-pln-bangun-plta-di-wamena-papua

sisanya lo cari sendiri di detik.com ya. Emak gw yang udah mulai masa senja masih ngerti PLN. Lo koq parah sih?

Endingnya kalo lo nggak puas dengan kesejahteraan yang diberikan, Jangan protes dengan PLN. Sampai tua bongkotan juga nggak akan dilayani. Protes dengan perusahaan MIU lo itu, ajukan dengan baik kenapa kesejahteraan saya sekian-sekian. Kalo lo nggak suka dengan cara kerja PLN ya keluar, ya bagus kalo lo udah keluar, tapi dengan cara kerja lo mengkritik ya pantes perusahaan MIU nggak akan betah hidupin lo.Kalo lo emang nggak suka. Masuk lo ke PLN sini, buat perubahan dong.  Jangan cuma cuap-cuap diluar, jelas aja sampe nenek-nenek juga tetep bakalan lo jadi sapi ompong nggak ada taring.

Kalo lo nggak suka juga, bikin perusahaan sendiri. Nanti lo akan mengerti betapa susahnya ngurus karyawan. Gue tantangin lo bikin perusahaan listrik sendiri. Sono ke Papua, yang masih belum ada listriknya ato kalo lo nggak mau, di Jawa juga masih banyak. Ke Wadas Lintang sono, tengah malam lo babi buta babat alas buat benerin gangguan listrik, gue tanya bisa nggak? Kalo nggak bisa, jangan harap bisa bikin perusahaan listrik sendiri.

NB : Snapshot lo bagus, yang lo capture isinya anak ABG Labil semua. Pantes omongan lo juga kayak ABG Labil. Hehehe

Advertisements

13 responses to “[Asal Tulis] Tulisan dibalas tulisan. Seems Fair.

  1. =) *beneran ditulis*
    good point KLARIFIKASI tanpa harus “membalas”
    NB-nya juga penting ya..hahahaha =9

  2. ​˚◦°•ωeω…(―˛―)…

    Hebat banget Ϋªª orang ΆƱ sampe bisa ngomentari PLN bla bla bla, , τΔρ̥̥ί° syangnya berasa di adu domba, ,

    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƍä bole pak buk, adu ayam aja ƍä boleh, apalagi adu domba n adu manusia, ,

    Istighfar, liat jgn dri sisi negativnya mlulu, ,karna bnyak sisi positif Ɣªñƍ ƍä harus kita gembar gemborkan, ,

  3. bener banget pak angga.. masalah milestone aliran keuangan kita (PLN), semua ada dasarnya.. SOPP -> PPOB –> AP2T –> P2APST.. biar kita bisa masuk fase prabayar, harus, terpusat dulu aliran datanya. segala sesuatunya memang sudah terencana, bukan sembarangan. si dianya aja, ga tau seluk beluknya, asal cuap2 aja..

  4. Huweh, mantap mas. Bapakku juga orang PLN. lebih tepatnya di PJB. (Sekarang sudah pensiun) padahal bapak ku lulusan Geologi ITB. 😉 tapi bapak selalu beryukur bisa Kerja di PLN.. 🙂

  5. “sekarang gue tanya ya, pernah lo mikirin gimana mbikin jaringan single line diagram yang nota bene posisi mana lo harus nempatin Recloser dengan tepat, nempatin trafo, membagi beban penyulang jaringan 3 fasa, menempatkan kWh Meter di jaringan, memasang posisi LBS. Pernah nggak mikirin, kalo misalnya di jaringan itu banyak gangguan apa yang harus kita lakukan, analisa bla bla bla”

    lagi liburan begitu baca ini langsung keingetan kerjaan di kantor =P

    btw, argumen yang kuat sekali. salute, gan.

  6. no 2 sangat aneh,nantangin orang benerin jaringan 20kv yang masih bertegangan.mending di coba sendiri aja emang berani,kalau gak mati lu

    • itulah kenapa di namakan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) semua ada SOP nya bro. Insya allah kalu dijalankan sesuai aturan maka akan aman. Mati hanya ALLAH yang tau bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s