[Asal Tulis] Kenapa Kita Diciptakan Saling Melengkapi

Saya kadang-kadang geli dan bahkan merasa lucu melihat seseorang yang meminta jodohnya seperti apa. Bayangkan, ketika ditanya kamu pengen jodohmu seperti apa? kebanyakan pasti mereka menjawab :

yang baik, yang sejahtera, yang mapan, yang bisa pengertian, yang mau menerima apa adanya, yang ganteng/cantik, saleh, sayang sama keluarga, yang bersemangat, yang bisa olahraga dan lain-lain, lain-lain dan sebagainya

ditanya seperti apa maunya tipe pasangannya, pasti mereka me-list dalam banyak sekali spesifikasinya. Saya tidak menyalahkan sifat seperti itu, karena memang pada dasarnya sifat manusia ingin mencapai kesempurnaan.

Anehnya ya, ketika ditanya balik

Berapa karakter yang kamu miliki sehingga kamu pantas memiliki pasangan yang sesempurna itu?

Misalnya kamu menginginkan pasangan kamu bersemangat, rajin beribadah, baik, sejahtera, menerima apa adanya, tapi begitu ditanya balik, apa sifat itu sudah ada dalam diri kamu? kebanyakan pasti geleng-geleng kepala dan hanya bisa menghitung jari. Sebegitunya, manusia merasa berharga sehingga keinginan memiliki pasangan yang sempurna is a must.


Lucunya ketika ditanya,

kamu pantas di nilai berapa untuk dirimu?

Sangat sedikit yang menjawab, nilai angka 8 ke atas. Saya sudah pernah menanyakan ini kepada teman-teman saya. Kebanyakan mereka menjawab 6-7,5. Kalau mereka menilai diri sendiri dengan angka segitu, berarti ya lingkungan mereka juga akan menilai segitu.

Sekarang apakah pantas, seseorang dengan nilai angka 6,5 mendapatkan pasangan yang mencapai angka 10? Saya bukan penantang takdir Tuhan, tapi saya bersikap logis dan (mungkin) Tuhan juga berpikir begitu. Orang yang dengan nilai angka 10, apakah (mungkin) mau dipasangkan dengan angka 6 sampai 8? Anda yang membaca ini pasti menyetujui dengan pendapat saya.

Tapi, bukan berarti tidak mungkin orang menilai dengan angka 6,5 tidak bisa mendapatkan pasangannya yang bernilai tinggi. Apakah ada yang mustahil dalam dunia ini? Tuhan saja nggak bilang begitu. Caranya ya harus meningkatkan nilai diri sendiri.

Kalau anda mengingkan pasangan anda saleh dan rajin beribadah, ya Anda juga harus rajin beribadah ke masjid dan sholat tepat waktu. (Mungkin) anda akan menemukan jodoh anda disitu. Lebih bagus lagi anda berjodoh dengan anak Pak Kyai yang saleh.

Kalau anda mengingkan pasangan anda adalah orang yang sejahtera dan mapan, ya Anda mulai saat ini bekerja lebih keras lagi mencapai kesuksesan. Saat ini anda mungkin sudah bekerja 100%, bila ingin menemukan pasangan yang seperti itu, ya anda harus bekerja 200% saat ini juga

Kalau anda mengharapkan pasangan anda sayang sama anda apa adanya, pertanyaannya apakah apakah anda sudah mencintai diri anda sendiri? apakah anda sudah bisa mengikhlaskan masa lalu, dan berganti semangat untuk menatap masa depan?. Sebelum mencintai dan dicintai pasangan anda, cintai diri anda sendiri karena pasangan anda akan menilai anda ya dari situ.

Kesimpulannya, Tuhan Maha Adil. Tuhan mempertemukan anda dengan orang yang tepat bagi Anda. Maksud saya, sangat sulit sekali Tuhan mempertemukan anda dengan orang  yang sangat sempurna. Artinya, Tuhan menjodohkan anda, dengan orang yang mampu mengisi kekurangan Anda supaya Anda tidak jatuh ke nilai yang lebih jelek.

Gampangnya begini, Anda telah berusaha menjadi orang yang saleh dan rajin beribadah dari yang semula anda yang jarang beribadah. Ketemunya, anda dipasangkan dengan anak Kyai Saleh dan sangat agamis. Jadi, Tuhan bermaksud menjodohkan anda dengan orang tersebut supaya anda tidak menjadi orang yang malas beribadah (lagi). Sama halnya ketika anda dijodohkan, dengan orang yang sukses, artinya Tuhan bermaksud menjadikan Anda sebagai orang yang mau bekerja keras lebih dari hari ke hari.

Saling Melengkapi

Ya ya ya, begitulah Tuhan menjodohkan setiap pasangan. Itulah kenapa Tuhan selalu hanya memberikan gelas berisi setengah air, supaya apa? Ya supaya kita mengisi setengahnya lagi. Itulah kenapa, setiap pasangan diciptakan untuk saling melengkapi.

Advertisements

One response to “[Asal Tulis] Kenapa Kita Diciptakan Saling Melengkapi

  1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS. An-Nur 24: 26)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s