Sekilas Awal Pekan

2 hari yang lalu, seorang rekan memuji saya

(9:53:24 PM) x : mas, aq cuma pngn ngomong… wong koyok sampeyan jarang 😀
(saya hanya ingin bilang, orang seperti anda itu jarang)
(9:54:05 PM) x : seng dadi PNS/BUMN niate gawe dadi abdi negoro bukan untuk dipeliahara negara
(yang jadi PNS / Pegawai BUMN yang niatnya menjadi abdi negara bukan untuk dipelihara negara)
(9:54:12 PM) x : salut
(9:54:13 PM) x : 🙂

saya pun hanya membalas,

(9:54:17 PM) a : alaaah
(9:54:20 PM) a : alay cak
(9:54:25 PM) a : omonganmu koyok ababil ae
(perkataanmu seperti abg labil aja)

lucu ya? bagi saya ini konyol. Perkataan ini kebetulan saja sebenarnya, ya kalau saya nggak kerja di PLN berarti saya bukan abdi negara, atau katakanlah saya bukan pegawai BUMN berarti saya bukan abdi negara gitu?.

Yayaya, saya memang pernah berucap ketika ditanyai kenapa mau masuk PLN? saya bingung dan cuma spontan aja jawab “pengen jadi abdi negara“. Pertanyaannya beda lagi kalau saya masuk perusahaan non-BUMN ? terus saya harus jawab apa coba? hahahahaha.

Jadi begini ya pelurusannya, bukan karena saya pegawai PLN sehingga saya menjadi abdi negara. That’s not the exactly point, me joining PLN. Bagi saya yang penting dimanapun kerja, ya disitulah profesionalitas diletakkan. entah itu saya bekerja pada BUMN atau non-BUMN. Karena saya sudah dibayar sekian x rupiah berarti saya juga harus bekerja y kualitas dan z kuantitas. Jadi bukan permasalahan saya bergabung PLN itu karena ingin mendapatkan gaji gede atau duduk di hari tua sambil kibas kibas duit *baca : pensiunan*

Masalah gaji atau pensiunan yang melekat saya sebagai BUMN (kalau masih diberi negara), ya itu urusan second option dan saya menganggap itu bonus. Ya saya pikir sih, kalau semua-mua pekerjaan diukur hanya dengan uang, apa menariknya? itu membuat urusan hati tidak akan selesai karena intinya kita mengejar duit dan duit. Menurut saya, pekerjaan itu dilihat dari seberapa besar pekerjaan itu membuat kita tertantang dan terus eksplorasi yang gak kita tahu. So far

Jadi karena saya sebagai pegawai PLN, secara tidak langsung saya ini sudah milik negara yang berarti tenaga dan otak saya dipinjam oleh negara untuk mengabdi. Sekalian PLN karena perusahaan punya orang banyak dan untuk hajat hidup orang banyak, hidup saya untuk orang banyak. Malu dong, kalau sudah dimiliki negara tapi gak berkontribusi untuk kemajuan negara apalagi untuk kemajuan perusahaan sendiri. hehehe

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s