Selipan Cerita Tengah Pekan

Sore ini aku terduduk di meja supervisor, sembari ditemani hujan yang mengguyur kota Semarang. Kota ini benar-benar membuat aku nyaman, ya meski semuanya tak pernah lengkap, tapi dengan segala kekurangan yang ada, kota ini benar-benar seakan membuat saya lupa kota asal saya, Surabaya.

Saya baru saja pulang dari Klaten karena ada gangguan Workstation SCADA dan mampir sebentar ke Salatiga juga karena ada gangguan Workstation SCADA. Minggu ini benar-benar menguras energi saya, kamis dan jumat minggu lalu, saya harus ke Kudus untuk pemeliharaan Server dan Database SCADA ROPO. Senin, saya harus ke Mranggen dan BSB karena adanya gangguan pada penyulang Mranggen 2. Selasa, saya ke Salatiga untuk pemeliharaan Server dan Database ROPO dan besok saya harus ke Magelang karena ada pemeliharaan Server.Terakhir, minggu depan saya harus ke Cilacap dan Purwokerto untuk pemeliharaan Server dan Database ROPO.

Inilah pekerjaan kantor saya, yang meliputi tanggung jawab seluruh area Jawa Tengah dan Jogjakarta. Kadang terasa jenuh bilamana terus-terusan berputar keliling Jawa Tengah, kadang juga muncul perasaan senang karena ini bagian dari adventure dimana saya jarang bertemu kota-kota kecil di area Jawa Tengah. Positifnya pekerjaan di lapangan ini membuat saya lebih cepat mengerti akar permasalahan dari PLN. Saya beruntung ditempatkan di unit, karena semua permasalahan PLN pasti berada di ujung tombak perusahaan, ya di kantor unit-unit sepert ini.

Ada satu Gardu Induk yang paling berkesan menurut saya,  yaitu Gardu Induk BSB. Gardu Induk ini sangat dekat sekali dengan desa kelahiran ibu saya dulu, yaitu terletak di daerah Mijen. Gardu Induk ini, satpam dan karyawannya memelihara kelinci dan hamster, lucu sekali dan membuat saya ingat dengan 2 kelinci saya di rumah. Selain itu BSB tempatnya dingin dan sejuk karena memang terletak pada bukit Ungaran. Saya pernah bermimpi suatu saat akan membeli rumah di daerah sini, tapi mungkin nanti kalo semuanya sudah terkumpul.

Sorenya setelah, saya selesai dari pekerjaan GI Mraggen dan BSB. Saya bertolak menuju ke Rumah Makan Nusantara. Anda tahu? saya melewati rumah nenek saya. Rumah yang terakhir saya kunjungi 5 tahun lalu semenjak nenek saya meninggal. Sudah banyak perubahan yang terjadi, sekarang sudah ada minimarket dan disebelah rumah nenek saya sudah ada sebuah bank kecil. Ya ya ya, kadang tidak terasa hidup serasa begitu cepatnya sehingga perubahan pun juga berlangsung juga cepatnya. Dan saya hampir menetaskan air mata ketika melewati rumah itu, saya kangen dengan suasana seperti dulu, makan pecel depan rumah dan pergi ke pasar Boja, bermain-main di sawah dan sungai. Damn, I really miss those things.

Dan inilah kehidupan, berjalan begitu cepat sampai kadang setahun berasa sebulan, sebulan berasa seminggu dan seminggu berasa 1 hari. Saking cepatnya, kadang-kadang saya masih merasa menjadi mahasiswa. Hehehe, dan sampai akhirnya saya bertemu dengan orang-orang baru di PLN,  bertemu dengan macam-macam orang keahlian disini. Berbeda dengan dulu, dimana saya selalu bertemu dengan para programmer. hehehe…

 

Advertisements

3 responses to “Selipan Cerita Tengah Pekan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s