Tarif Dasar Listrik (TDL) Naik : Sebuah Pelurusan

TDL sebentar lagi naik, berdasarkan keputusan Pemerintah dan DPR diputuskan per 1 juli nanti TDL naik.
Keputusan ini tentunya mengundang beragam pro-kontra.
Sebagian masyarakat melihat ini tidak adil karena disaat masih ada pemadaman, listrik dinaikkan.
Ada yang melihat itu sebagai permainan politik para penguasa.
Ada yang melihat kenaikan ini akan membebani masyarakat banyak.

Seperti diketahui TDL yang baru ini tarif kenaikan paling tinggi ada pada daya 1300 W dengan kenaikan mencapai 18% dan keseluruhan rata-rata 10-15% Sebagai pihak yang sedikit mengerti tentang proses bisnis PLN, saya mencoba meluruskan hal ini.

Kawan,pahamilah.
Saat ini untuk memproduksi satu kWh listrik itu harganya sekitar rupiah 1350 sedangkan kami menjual dengan harga ketentuan TDL lama dengan harga rupiah 650.
Bayangkan apabila kawan duduk sebagai bos perusahaan, melihat harga produksi lebih tinggi 2x dari harga jual, apa yang kau lakukan kawan?

Langkah yang logis adalah kalau tidak menurunkan harga produksi atau menaikkan harga jual.

PLN tidak bisa menurunkan harga produksi kawan, sebab listrik bukan barang yang bisa disimpan.
Listrik adalah barang yang selalu ada tiap detik dibutuhkan.
Oleh karena itu kami tidak mengenal istilah pergudangan listrik *kecuali peralatan listrik.

Kedua,
Ketahuilah kawan,
Masih ingatkah kau kawan, kenapa PLN selalu mengiklankan matikan 2 lampu saja untuk pukul 17.00-22.00?
Kami melakukan itu, supaya jumlah kWh yang kami keluarkan pada rentang pukul itu bisa diturunkan.
Waktu itu adalah yang sangat menyiksa bagi kami, kenapa? kami harus mengoptimalkan seluruh pembangkit

Kami harus membangunkan pembangkit dengan energi Minyak, yang semakin mahal
dan dengan Gas, yang tentu akan habis suatu saat,
dengan Batu Bara, yang pasti merusak alam bila kita mengambilnya terus

Semua itu kami lakukan agar kawan-kawan semua,
Bisa pulang kerja dengan tetap melihat TV
Bisa pulang kerja dengan tetap menghadap laptop
dan agar kawan-kawan semua tidak terjerembab dalam kegelapan.

kami mengiklankan itu, kami memohon bantuan agar semua pembangkit tidak dalam posisi bangun
dan dengan begitu kami juga bisa berhemat dalam produksi
dan dengan begitu kami juga bisa menurunkan tarif TDL listrik kami.
dan dengan begitu kawan-kawan semua bisa menikmati tarif hemat sembari belajar berhemat.

PLN juga tidak bisa menaikkan harga jual kawan. Kenapa kawan?
Tarif TDL yang menentukan adalah pemerintah dan DPR.
Kami adalah aset negara, yang seharusnya patuh terhadap perintah negara.
Langkah terbaik yang bisa kami lakukan membuat harga jual dengan membuat klasifikasi terbaik pelanggan kami
dan itu sudah kami lakukan.
Sebisa mungkin kami memurahkan listrik untuk rakyat kecil

Kami tahu kawan, pasti tidak enak dengan adanya pemadaman,
kami semua yang ada disini bekerja keras dan memutar otak agar tidak terjadi pemadaman. Kami semua tak pernah lelah membuat kawan-kawan selalu tersenyum dengan listrik tetap menyala.

Dan sekarang…
Listrik untuk Jawa Bali akan aman sampai dengan 6 bulan ke depan
Listrik Sumatra kami jamin tidak akan padam lagi.
Doakan kami kawan,
akhir bulan Juni nanti, semua Indonesia bisa tersenyum dengan kehadiran listrik
Negeri ini akan menyala pada malam hari
Indah kan kawan kabar ini?

Jangan kawatir kawan,
prosedur kami, listrik tidak akan mati lebih dari 3 jam,
itupun tidak lebih dari sekedar pergantian peralatan yang baru, atau instalasi perangkat
bagaimanapun kami juga ingin menjadi barang aman ketika sampai di rumah kawan-kawan
dan kami mengutamakan kawan-kawan sebagai raja kami.

Sekarang tarif listrik naik,
Boleh kami dibilang jahat
atau tidak adil, atau kongkalikong.

Mengertilah kawan,
dengan kenaikan rata-rata 10-15%, kami dapat mengurangi subsidi yang diberikan kepada kami sebesar 4-5 Triliyun dari 55,1 T
Kami ingin membantu negara, sehingga subsidi bisa dinikmati oleh bidang yang lain.
Dengan keadaan negara yang sudah semakin membaik perekonomiannya,
Tidak bolehkah kami meminta sedikit kenaikan tarif?

sedikit kenaikan tarif, juga membantu kami membangun pembangkit baru
banyak pembangkit dengan 10.000 MW,
tujuannya satu
MENGGERAKKAN EKONOMI INDONESIA KAWAN!

bayangkan 5 tahun kedepan semua pembangkit telah jadi,
kawan-kawan akan menikmati kehidupan yang baru,
ketersediaan listrik bagi pabrik terjamin
pembukaan lapangan kerja akan terjadi terus-menerus
sejajar dengan itu, ekonomi kita akan membaik kawan.

bayangkan 5 tahun kedepan, listrik kurang dan terjadi pemadaman.
ongkos produksi berbagai pabrik naik kawan,
dan otomatis, akan terjadi berbagai phk
ekonomi kita akan jatuh kawan,

Kami juga bukan berjualan pulsa kawan,
ketika dinaikkan tarifnya, kawan-kawan tidak akan protes
dan kawan-kawan masih mau membeli lebih dari rupiah 100.000
Bayangkan kawan, ketika pulsa sudah lebih berharga daripada listrik
Bayangkan ketika listrik sudah bukan dirasa sebagai barang kehidupan yang sangat vital.

kami tidak mengemis kawan,
tapi sedikit menyadarkan kawan-kawan semuanya,
ketika listrik padam di negeri ini, masihkah pulsa menjadi barang yang berharga?

TDL ini dinaikkan semata-mata karena kami juga ingin mandiri,
Kawan pasti bangga bilamana melihat perusahaan ini tumbuh mandiri tanpa subsidi,
Semua itu sedang kami lakukan, kami ingin menjadi perusahaan kelas dunia

kami ingin seperti Telkom, Bank BUMN dimana ekspansif keluar negeri,
kami pun juga begitu, berharap suatu hari nanti listrik Indonesia bisa diekspor ke negara tetangga.
atau Indonesia mempunyai pembangkit dengan berlogo PLN di timur tengah atau afrika.
dan itu kebanggaan kami, kebanggan Indonesia juga
kebanggaan rakyat Indonesia sebagai pemilik 100% kami.

dengan mematikan listrik yang tidak terpakai,
bukankan itu membantu kami kawan?
membantu kawan-kawan sendiri dalam membayar murah listrik
membantu mengurangi subsidi yang diberikan ke kami
membantu kami, agar subsidi diberikan kepada bidang lain yang lebih membutuhkan

Cuma sedikit nota kawan,
Semoga kawan-kawan semua tergugah
Menyadari pentingnya listrik untuk kepentingan bangsa.
dan sekali lagi kawan
tak henti-hentinya kami memohon
Bantu Kami Jadi Lebih Baik
Karena Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Advertisements

14 responses to “Tarif Dasar Listrik (TDL) Naik : Sebuah Pelurusan

    • Bapak/Ibu dhila13 yang terhormat,
      saya manggilnya saudara saja ya,

      Saudara dhila13 menggunakan daya berapa? kalo masih 450-900, dari PLN tidak akan menaikkan TDL :). Kalau tarif naik pelayanan juga harus naik kan? jangan kawatir kami akan melakukan pelayanan terbaik untuk saudara 🙂 dan per 3-6 bulan akan kami evaluasi kenaikan TDL tersebut. Bapak/Ibu mestinya tidak perlu kawatir akan hal itu. TDL naik juga memberikan konsekuensi bagi saya, bapak/ibu dan semua warga Indonesia untuk belajar lebih hemat dan tidak konsumtif menggunakan listrik. Saya pun juga merasa sulit, tapi saya mengganggap program ini positif, belajar menghargai Sumber Daya Alam yang akan kelak digunakan cucu-cucu kita nanti.

  1. Sesungguhnya amanat UUD 1945, kekayaan alam indonesia dikuasai oleh negara untuk dapat memakmurkan rakyat indonesia sesuai dengan pasal 33 uud 1945 ayat 3 yang berbunyi :

    “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

    Jadi, bila pemerintah “menjual” kekayaan alam Indonesia kepada rakyat indonesia yang sesungguhnya adalah pemilik sah kekayaan alam ini untuk mencari keuntungan semata tanpa menghiraukan kemampuan rakyat dalam “membeli” kekayaan alam tersebut, maka sesungguhnya pemerintah telah menyalahi amanat uud 1945 dan berbuat dzalim terhadap rakyatnya sendiri.

    Bila hal itu terjadi, apa bedanya pemerintah dengan pedagang. PLN sebagai perusahaan negara seharusnya mengerti hal itu. PLN diserahi amanat oleh pemerintah untuk menguasai kekayaan alam indonesia untuk menjalankan amanat UUD 1945 tersebut. Jadi bukan semata menangguk keuntungan.

    • Bapak Suharto yang termuliakan,

      Informasi pertama yang bapak ketahui, sampai saat ini per tahun 2009 PLN belum sekalipun meraih keuntungan pak, dimana kami masih merugi 1 triliun.

      Saya sungguh tergelitik dengan pertanyaan bapak dengan kata kurangnya kemampuan rakyat membeli kemampuan listrik, kalau boleh tau asumsi bapak darimana kita kurang mampu membeli listrik? dan kekayaan alam apa yang dimaksud bapak?

      Bapak Suharto, ketahuilah bapak.. TDL naik yang kami buat juga sudah menghitung keekonomian masyarakat kita dan sudah kami hitung dengan maksimal. Masyarakat kecil dengan pemakaian 450v-900v, TDL tidak naik dan tetap kami menghitung aspek keekonomian masyarakat tersebut. Kalau boleh saya tahu, masyarakat mana yang menurut bapak belum bisa membeli listrik?

      Trima kasih

  2. saya tertarik dengan tulisan anda ini, ada satu pertanyaan..apa anda bkerja d pln?
    tulisan ini saya posting k FB, trnyta byk tanggapan dr rekan2 saya. diantaranya:

    1. Itu yang berkata2 PLN atau pemerintah? Faktanya TDL naik oleh pemerintah bukan PLN. 1 juli di tvone, dahlan iskan (dirut pln) mengatakan, TDL bukan urusan dirut PLN, tapi keputusan pemerintah dan DPR.
    Kenapa pembangkit PLN berbasis gas diisi BBM, dan gas dijual ke asing?
    So, semua himbauan di tulisan gugur ya. Kasarnya, omong kosong. He he he.

    2. SAYA tahu harga jual jauh lebih kecil dari ongkos produksi..
    TAPI lihatlah kenyataan di lapangan….
    lihat :
    SLIP GAJI ANDA, SPPD , TUNJANGAN ANDA, FASILITAS YANG ANDA DAPATKAN menjadi pegawai disitu…
    apakah semua itu sebanding dengan harga yang kami bayar ke anda???? … See more
    kami sebagai customer juga tak pernah mendapat pelayanan yang dibilang memuaskan..
    Kalo dipikir secara logis saya membayar untuk pelayanan yang saya rasa kurang dan ternyata uang saya hanya untuk membayar SDM yang saya kira hanya menguras biaya perusahaan …..
    jadi sebelum mengiba ke orang lain benahilah diri kita dan perusahaan kita masing2…..
    tingkatkan produktivitas, inovasi, dan yang paling penting sudah pantaskah anda mendapatkan hasil dari pelayanan yang anda berikan….???????????

    prtnyaan diatas bs djwb klo anda bkerja d pln, mohon tanggapannya..
    mksi

    • terimakasih mas fajar
      telah berkenan posting ke fb mas,
      kalo boleh, saya bisa minta link nya mas.. nanti saya bantu menanggapi 😀

      menanggapi pertanyaan mas,
      1. TDL itu yang mengatur pemerintah mas, kenapa bisa begitu? Listrik adalah hajat hidup orang banyak dan listrik adalah aset vital negara karena itu mas, listrik kepunyaan rakyat dan dalam hal ini diwakili oleh pemerintah mas. Kenapa bisa begitu? Acuan kami adalah pasal 33 ayat 2, “(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.” , Oleh karena itu sudah jelas mas Listrik diatur oleh negara.

      -mengenai permasalahan gas, mohon disertakan referensinya mas,
      Setahu saya, penggunaan BBM pada PLN sudah mulai dikurangi dan kami sudah menggunakan energi gas sebagai alternatif BBM. MoU dengan Perusahaan Gas Negara sebagai penyedia bahan baku juga sudah ditandatangani dengan oleh Pak Dahlan Iskan. Beberapa pembangkit memang masih menggunakan BBM, tapi itu karena keterpaksaan mas dikarenakan tidak adanya energi alternatif yang bisa dipakai disitu.

      Kalau masalah itu dijual ke luar negeri, itu diluar domain kami mas. Kementrian ESDM atau Perdagangan mungkin yang lebih tau.

      2. Poin nomer 2, saya kira saya setuju dengan pendapat mas tentang pelayanan PLN yang kurang memuaskan. Betul, saat ini kami sedang masa berbenah dan kami sedang meng-akselerasi diri untuk menuju perusahaan kelas dunia pada 2012.

      Kalau boleh tau, kapan mas sebagai pelanggan belum mendapatkan pelayanan maksimal? mungkin nanti bisa, saya teruskan ke APJ PLN yang ada. Saya dan pegawai PLN berharap kalau memang masyarakat belum mendapatkan pelayanan yang kurang maksimal, laporkan itu kepada kami. Jangan kawatir, kami akan proses semua aduan dan keluhan yang ada 🙂

      Dan salah satu terobosan yang kami lakukan adalah program Listrik Pra-Bayar. Sudah tahu kan mas? Saya harap mas dan masyarakat lainnya juga sudah mencoba tentang program baru kami. :D, Eniwei mengenai perbaikan pelayanan yang telah kami lakukan, coba mas buka di http://dahlaniskan.wordpress.com/ . Mungkin bisa sedikit memberika pencerahan bagi mas

      Terima kasih atas saran dan kritikannya mas 😀

  3. Saya terus terang bingung,,,,, disatu sisi saya dapat (katanya) subsidi dari KPR BTN untuk RSS 22/70 karena memang belum punya rumah dengan subsidi bunga….
    Disisi lain listrik yang terpasang disana dengan daya 1300 w (menurut info yang saya dapat sambungan baru PLN memang minimal dayanya 1300 w). yang otomatis sekarang ini terkena kenaikan TDL 18 %.

    kalau dikomparasikan prosentasi subsidi KPR dan kenaikan TDL,,,kok ibarat manis dibibir tapi sakit dihati…..

    Ironinya tanggal 30 Juni 2010, tepat 1 hari sebelum kenaikan TDL oleh PLN sempat terjadi pemadaman lampu (terlepas apapun alasan dari PLN) di tempat kami.

    Apapun yang dilakukan oleh pemerintah ,siap mendukung asal dapat diterima akal orang awam seperti kami ini…

    Hidup Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita…

  4. PLN dgn arogansinya, menaikkan, men denda pelanggan yg notabene tdk melanggar, malah petugas PLN yg banyak melanggar, pelanggaran yg sebenarnya dilakukan oleh petugas PLN malah pelanggan yg kena sanksinya, tiba2 harus bayar denda ber juta juta, meteran litrrik yg sudah uzur dan rusak, malah pelanggan kena denda, terlihatlah bahwa arogansimu semakin besar PLN, seperti halnya kenaikan TDL,

    • mas/mbak manusia biasa yang baik,

      hehehe,
      jangan salah mas/mbak, pelanggan yang menunggak juga banyak loh mas/mbak. kami punya datanya, dan menunggak sampai ratusan juta juga ada mas/mbak :).

      saya ingin tanya mas/mbak,
      ini studi kasus dimana mas/mbak berbicara seperti itu?

      mungkin kalo 1 wilayah dengan saya, bisa saya sampaikan. Saya juga mengajak mas/mbak, bilamana ada masalah sampaikan kepada kami, hubungi kami di call center 123. Jangan kawatir mas/mbak, kami akan menindak petugas PLN yang seperti itu.

      kalau masalah arogansi, arogansi dimananya? yang perlu diluruskan, yang berhak menaikkan/menurunkan TDL itu pemerintah, dan kami juga sudah memperhitungkan dengan betul analisa untung/rugi setiap segmentasi pelanggan.

      terima kasih 🙂

  5. Yaaah.. kalo ane sih, lebih condong untuk gimana caranya ngurangin harga produksi. Kalo solusinya naikin harga jual sulit juga kan, wong TDL-nya eksternal PLN (Pemerintah+DPR) yang ngatur.. dan ini nyangkut ke masyarakat juga.. seenggaknya walaupun ente bilang gak mungkin, tapi nurunin harga produksi adalah sesuatu yang lebih bisa dilakukan oleh PLN secara kewenangan. Tinggal personel-nya aja bisa gak ngatur supaya harganya lebih murah… 😀 maaf kalo salah gan, ane juga kagak ngerti masalah teknologi kepembangkitan, tapi koq sekilas di atas ane cuman nangkep harga produksi kagak bisa lebih murah karena gak bisa digudangin..

    emang kagak ada cara lain ngurangin HPP selain penggudangan ya bro? mohon pencerahannya.. kali bisa potong gaji pegawai PLN 😀

  6. aq cuma tanya, apakah masi ada daya yang cuma 450 watt???setauku setiap pemasangan listrik baru, pln tidak pernah menawari yang 450 watt, katanya sudah tidak ada, yang ada hanya 1300 watt,, lalu bwt apa pernyataan listrik dg daya 450 watt tidak naik, sedangkan pemasangan baru untuk daya 450 watt sudah tidak ada????

  7. sori gan nimbrung….mo tanya ketentuan denda listrik tunggakan pertama dan kedua tiap / mulai tanggal brapa…. kita sudah dihitung denda tunggakan… (batasan tanggal terkena denda) tq

    • pembayaran bisa dilakukan tanggal 1-20, lebih dari itu terkena denda.. setau saya seperti itu, mohon maaf apabila jawaban kurang memuaskan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s