[Story] Really Remembering Rain

hujan

Sore ini di kota saya hujan, meski tidak deras seperti yang lalu-lalu, tapi setiap hujan pasti mempunyai cerita sendiri. Hujan kali ini mengingatkan saya di masa kecil. Setiap hujan di depan rumah saya, selalu saya dan teman-teman tetangga bermain keluar sekedar menikmati hujan tanpa ada rasa takut bahwa kami semua akan sakit pada keesokan harinya. Tak peduli seberapa kotor itu hujannya dan seberapa deras hujan, begitu hujan kami keluar, bermain dan menari sementara rintikan hujan menemani tarian kami.

Kami yang bermuat 5 orang dan lelaki semua yang terdiri dari Saya, Ferdy, Didit, Oot dan Hendra. Kami semua keluar ketika hujan turun, teriak-teriak, menikmati air terjun kecil yang biasanya mengalir dari loteng rumah kami. How i really-really-miss-that-time. Dulu sebelum jalanan rumah kami belum dipaving, selalu terjadi banjir mini dan tingginya memang hanya 20 cm, Tahukah apa yang kami lakukan? Kami Berenang seolah-olah kami adalah perenang hebat Indonesia. hehehe. Berulang kali orang tua kami mengingatkan itu kotor dan sangat berbahaya bagi tubuh kami, herannya kami tetap bandel dan kami terus mengulanginya setiap kali banjir terjadi.

Kadang kalau orangnya agak ramai, tetangga seberang jauh juga ikut bermain hujan maka jadilah kami bermain sepakbola di lapangan dekat rumah kami dan sekali lagi kami bermain dibawah hujan. Kami akan berhenti apabila petir mengancam kami. Permainan sepakbola itu bukan mencari gol, tapi kami bermain sirat-siratan (lempar air) karena memang bola sulit dikontrol. hahahaha. Sekali lagi kami juga tidak takut dengan kotornya air hujan itu dan kami harus meminta maaf kepada orang tua kami.

Apabila kami sedang ingin traveling, biasanya kami menjelajah blok per blok perumahan kami dan itu kami lakukan sampai hujan reda dan terpaksa kami masuk angin semua. Biasanya kami berjalan kaki atau lari-lari dan bertemu tetangga jauh lain yang juga ikut bermain hujan-hujanan. Terkadang kami juga bersepeda bila kami ingin keluar perumahan kami. Biasanya kami menelusuri daerah Sidosermo atau Jagir Sidosermo. Dan sekali lagi, kami harus menanggung kebandelan kami yang ditukar dengan kemarahan orang tua kami =P namun sekali lagi kami tak pernah kapok melakukan itu lagi.

Pengalaman itulah yang membuat secara fisik kami, menjadi kuat. Kami menjadi orang yang jarang sakit. Dan sampai kami beranjak dewasa, belum ada dari kami yang sampai menderita penyakit kronis dan alhamdulillah kami tidak mengalami itu sampai saat ini. Hujanlah yang membuat kami kuat dan melatih kami untuk pantang menyerah. Semua pengalaman itulah yang membuat kami merasa dekat dan terikat secara perasaan. Last, saya sangat merindukan suasana seperti itu, ingin rasanya saya juga mengalami masa kecil dimana kami merasa bebas melakukan sesuatu.

Terima kasih Tuhan atas hujan yang Engkau berikan, karena setiap hujan selalu mempunyai cerita sendiri 🙂

Angga Rajasa

Advertisements

7 responses to “[Story] Really Remembering Rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s