[Traveling] Jogja Trip 24 Hours : The Story [part 2]

Prambanan @ far away side

Hai guys, lanjutan dari cerita yang kemarin dari part I, sekarang bagian ini akan menceritakan part ke 2 dari Jogja Trip 24 Hours. Cerita tentang bagaimana setelah dari rumah bu iin sampai Candi Prambanan. Here the story guys, *siapkan tiket karcis anda, mari kita menyimak cerita dari sang juragan* hohohoho 😀

Setelah kita keluar dari gang rumah bu iin, kita jalan sampek ke perempatan ring road Jogjakarta ada ya kira2 400 meter + panas pula.. lumayan lah, yang kurus tambah kurus, yang item tambah item. :hammer: , sembari menunggu angkot kuning untuk mengangkut kita ke Terminal Jombor, kita berbincang2 dengan orang Jogja,  First Impression : Ramah dan Helpful banged, eniwei kita ditunjukin angkot nya yang mana ketambahan di kasih tau berapa tarifnya, jalan mana yang harus dilewati. Wow, so much peacefully how people interact in here :).

Angkot kuning pun dateng, kita naik dan sampailah kita di terminal Jombor. boleh dibilang ini terminal pembantu kayaknya tapi masih dilewati Trans Jogja. Eniwei, jangan bayangin Trans Jogja bakalan senyaman Trans Jakarta yang gede-gede gajah. Trans Jogja ini kecil, bis mini tapi lumayan bisa muter2 Jogja dan sekitarnya kalo pake bis ini dan tarifnya cuma 3000 perak aja koq :). Spoiler untuk Trans Jogja:

Bus Trans Jogja

Bus Trans Jogja

Kecil kan? Tapi not bad lah, secara Jogja juga bukan kota pekerja hanya kota Wisata dan juga penumpangnya ga terlalu banyak. Untuk mencapai Prambanan, kita harus oper 2x dari Terminal Jombor. 2B-3B-1A not bad lah dengan 3000, kita bisa berjalan-jalan di area luar jogja 😀 . Sesampainya di Prambanan, kita harus jalan lagi dan kira 600 meter karena jarak halte Trans Jogja dengan Pintu masuk Candi Prambanan cukup jauh. hiks hiks… Tambah kurus Tambah item. (tears) namun karena semangat backpacking mengalahkan segalanya. hakakka. Sebenernya kalo mau masuk pasar di Prambanan gratis, hanya kalo mau masuk di Candinya baru bayar 20 ribu. Kita pun nyempetin belanja blanji dulu sebelum masuk ke Candi Prambanan dan tidak lupa sholat 🙂

Kita pun masuk candi Prambanan, sudah lama juga aku ga pernah kesini, terakhir sekitar SD dan itu udah lama banged. Eniwei, sebagai info Candi Prambanan ini pernah kena Gempa Jogja dan kerusakannya dasyat, candi-candi kecil sekitar candi utama banyak yang hancur total. Candi utamanya yang sekitar 7 buah, sebenarnya juga kena kerusakan, tapi uda d renovasi besar-besaran dan menurutku ada kesan juga candi utamanya kurang teratur sedikit karena perbaikan dan sayangnya juga kita ga boleh mendekati candi utamanya, Candi Syiwa. (tears)

Di sekitar candi ini, banyak sekali orang yang lesehan, karena jarak dari pintu masuk tiket sama pintu masuk candi cukup jauh juga makanya banyak orang yang gelar tikar buat semacam piknik di sana.  Dan karena kedatangan kami pula, cuaca yang cerah di Candi Prambanan menjadi mendung gelap. *melirik ophex* hahahaha dan memang sepertinya kami mengundang kutukan hujan disana dan terpaksa pula kami mengakhiri sesi jeprat-jepret di candi lebih cepat. Karena hujan pula menyebabkan kami harus berteduh di semacam sebuah halte. Yep tepatnya halte buat kereta kelinci :hammer: hahaha..

Sesudah hujannya reda, kami berniat cari makan. Sepanjang pintu exit, yang kami temui cuma pasar dan pasar dan untungnya mata kami tidak keranjingan lagi, cukup di pintu depan. hahahah dan mendaratlah kami warung-warung di Candi Prambanan, kami beli soto Ayam berharga 5000 perak dan OMG aku bilang seh bukan soto, ayam-nya cuma 5 suwir nasinya buat bayi aja kalah (tears) namun tetap kami syukuri, lumayan lah setidaknya buat ganjel perut dulu. Jam set 4 kami keluar dari Candi Prambanan, dan masih harus jalan lagi karena niat kami untuk naek Prambanan Express biar kami merasakan semua moda tranportasi di Jogjakarta. hahaha.

Dari pintu keluar Candi Prambanan, kami harus jalan sekitar 600 meter lebih mungkin dan kami baru menyadari kami sudah masuk di Klaten. Terdampar di kota lain lagi hahaha. Stasiun Brambanan ini stasiun kecil, sampek-sampek kalo mau sholat kita harus ambil air dari sumur. Kita pun juga sempet poto2 ruang kontrol stasiun hahaha. Stasiunnya juga not bad,  lumayan cozy untuk stasiun kecil. Eniwei kita akan menuju Stasiun Jogja, tapi kita harus oper 1x. Kita naek kereta Progo turun d stasiun Lempuyangan dan d lanjut Kereta Prambanan Express untuk ke Stasiun Tugu. TBC =P

Mo tau cerita selanjutnya, Tunggu yang part 3 🙂

—————————————————————–

Angga Rajasa

Advertisements

2 responses to “[Traveling] Jogja Trip 24 Hours : The Story [part 2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s