Kubu SBY makin terjepit

Beberapa hari ini, isu Pemilihan Presiden semakin panas. Saya melihat kubu dari SBY-Boediono semakin terjepit dari isu-isu yang justru mereka hempaskan sendiri. Ada 2 hal yang membuat kubu SBY diserang dari mana-mana dan hebatnya isu ini justru di manfaatkan dengan baik oleh kubu Jusuf Kalla.

Isu yang pertama :
Saya baru baca koran hari ini, koran Jawa Pos tanggal 3 juli yang isinya merangkum tentang debat capres kemarin. Headline Jawa Pos menceritakan tentang isu Pemilu 1 Putaran yang marak di bicarakan dan terkesan seolah-olah mendukung kubu SBY-Boediono. Debat Capres malam sebelumnya membicarakan tema Demokrasi, NKRI, dan Otonomi Daerah.

Kubu Jusuf Kalla mengatakan tidak sependapat dengan adanya pemilu 1 putaran yang diiklankan oleh berbagai elemen masyarakat pro-SBY. JK beralasan hal ini tidak sesuai dengan semangat Demokrasi yang ada di Indonesia. Hebatnya, Kubu SBY beralasan iklan ini bukan dari tim kampanye-nya dan ketika ditanya JK apakah iklan itu ilegal? SBY dengan serta meng-iya-kan iklan tersebut ilegal.

Saya heran, iklan tersebut sudah ditayangkan bolak-balik di TV tapi kubu SBY mengatakan hal tersebut ilegal. Anehnya kubu SBY membiarkan iklan tersebut mengalir terus menerus dan di kota saya, Surabaya, ada spanduk yang mengatakan pemilu 2 putaran = pemborosan. Saya terheran kalau ilegal, kenapa tidak dicegah oleh kubu SBY? kenapa SBY membiarkan iklan tersebut? dan kenapa ketika baru di debat capres mengatakan ilegal?

Jawabnya satu, iklan tersebut *ada kemungkinan dari tim kampanye-nya* memang menguntungkan kubu SBY. Intinya kubu SBY mungkin tidak membuat iklan tersebut tapi diuntungkan oleh pihak ketiga yang berada di luar ring SBY. Intinya kubu SBY , kubu OPORTUNIS, khas orang INDONESIA. Ga Kerja tapi Menguntungkan buat dirinya sendiri.

Isu yang kedua :

Hari ini pula saya melihat metro TV tentang pernyataan Andi Alfian Mallarangeng yang mengatakan bahwa Orang Sulawesi Selatan itu bagus-bagus dan cerdas tapi BELUM SAATNYA MENJADI PRESIDEN, karena yang pantas SBY-Boediono. Hebatnya lagi ketika forum Rektor Sulawesi Selatan mencoba menengahi isu ini, *karena masyarakat Sulawesi Selatan memanas* , Andi Mallarangeng malah mengatakan sebaiknya forum rektor tidak usah mencampuri urusan politik.

Pernyataan ORANG TIDAK INTELEK ya seperti itu, tidak mau disalahkan dan justru menyalahkan orang lain. Lo memangnya kenapa kalo forum Rektor ikut mencampuri urusan politik? memangnya orang pendidikan ga boleh ikut politik?. Andi Mallarangeng belum berkaca bahwa Pak Boediono justru lahir dari kalangan akademisi dan Guru Besar UGM.Orang hebat seperti Andi Mallarangeng itu ya juga Doktor aslinya tapi mengapa kq di tengahi oleh forum Rektor kq sewot?

Saya heran, isu SARA ini kedua kalinya dihembuskan oleh kubu SBY. Yang pertama ya Ruhut Sitompul yang melecehkan ras Arab kurang membantu ekonomi Indonesia dan akhirnya dikeluarkan dari tim kampanye SBY. Kubu SBY seolah, menurut saya, tidak belajar dari kesalahan yang sama. Saya pribadi kagum dengan pak SBY yang cenderung tenang dan mengkaji terlebih dahulu tapi saya tidak suka dengan orang-orang di sekitar Pak SBY. Ndak tau itu tim kampanye-nya atau tangan kanan pak SBY kq seperti baru belajar politik.

Kesimpulannya, saya bukan memojok-mojokkan kubu SBY namun sebagai kubu incumbent, harusnya sadar bahwa mereka sekarang jadi sasaran target capres lainnya dan seharusnya lebih tenang dan ndak grusa-grusu keceplosan. Intinya demokrasi yang baik adalah dengan tidak sombong dengan mengatakan bahwa pemilu 1 putaran itu baik. Kalau pemilu 2 putaran menjadikan Indonesia lebih demokratis kenapa tidak?

Anda sendiri yang menentukan Pilihan Anda dalam tanggal 8 juli dan inilah kesempatan Anda untuk membuat Indonesia lebih baik 5 tahun mendatang 🙂

Regards

Angga Rajasa

Advertisements

4 responses to “Kubu SBY makin terjepit

  1. Belum saatnya orang kulit hitam jadi presiden Amerika 2009. Apakah Anda-anda setuju?
    Tidak saatnya orang Aceh bayar pajak?
    Belum saatnya orang Bugis menjadi pahlawan seperti Hasanuddin?
    Belum saatnya orang Batak menjadi Profesor?
    —-
    Bangkit dan sadar-lah wahai manusia yang berhati nurani, yang berakal budi, yang berjiwa sosial.
    Begitu lancangnya seorang manusia menilai kapabilitas hanya dari suku atau agama.
    Begitu lancangnya seorang manusia mendiskreditkan kodrat Tuhan atas kelahiran manusia sebagai suku ini atau itu?
    Sadarkah kalian wahai manusia?
    Apakah karena mata hati kalian sudah dibutakan karena mendewakan seorang sosok?
    Begitu arogankah manusia Indonesia saat ini? Semoga keadilan, kebenaran, atau Tuhan memberi secercah cahaya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s